Psikotropika dan Golongannya
Updated: May 26, 2022
Psikotropika merupakan zat atau obat yang terbuat dari bahan alami maupun buatan atau sintetis bukan Narkotika, yang berkhasiat psikoaktif mempunyai pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan perilaku dan perubahan khas pada aktivitas mental. adapun psikotropika dibagi dalam beberapa golongan :
1. Golongan I
Psikotropika yang mempunyai sindrom ketergantungan yang sangat kuat. Psikotropika golongan ini dipergunakan hanya untuk ilmu pengetahuan dan tidak dipergunakan untuk terapi. Contoh : ekstasi
- Ekstasi

Ekstasi memiliki nama lain MDMA atau Molly. Obat ini termasuk obat stimulan dan halusinogen. Biasanya dikonsumsi dalam berbentuk pil atau tablet, tetapi ada yang dihisap atau disuntikkan. Ekstasi merangsang kadar serotonin, dopamin, dan norepinefrin pada otak. Ketiga senyawa itu bisa mempengaruhi suasana hati dan energi yang tinggi sehingga tubuh mengalami dehidrasi yang mengakibatkan tubuh inget bergerak secara terus menerus (bergairah).
2. Golongan II
Psikotropika golongan ini memiliki sindrom ketergantungan yang kuat dan dapat dipergunakan untuk pengobatan dan dapat digunakan sebagai terapi serta bertujuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. contoh : Amphetamine
- Metamfetamin

Metamfetamin biasa dijuluki sabu-sabu. Obat ini biasanya berbentuk kristal halus seperti gula maupun bumbu penyedap. Zat ini dibuat dari kombinasi pseudoefedrin (bahan umum obat flu + bahan kimia beracun). Nama lainnya ada Crystal meth, Chalk, Crank, dan Ice. Narkoba ini merupakan jenis obat perangsang, yang efeknya bisa memberikan perasaan menyenangkan dalam waktu singkat. Karena efeknya yang cepat menghilang, pengguna sering menggunakannya berulang kali sehingga menimbulkan rasa ketergantungan.
3. Golongan III
Psikotropika yang memiliki sindrom ketergantungan yang rendah yang dapat digunakan sebagai obat, terapi, dan bertujuan untuk ilmu pengetahuan. Contoh : Pentobarbital, flunitrazepam
- Pentobarbital

Pentobarbital merupakan obat yang biasanya digunakan untuk insomnia, kejang, dan bahkan sebagai pra-anestesi untuk operasi. Cara kerjanya dengan memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf. Dosisnya harus tepat karena jika disalahgunakan akan menyebabkan pengguna rentan untuk overdosis dan efeknya berbahaya bahkan fatal.
-Flunitrazepam

Flunitrazepam atau yang lebih dikenal Rohypnol merupakan obat yang seringkali digunakan oleh pelaku kekerasan seksual atau disebut rape drug.Rape drug memiliki efek sedasi, gangguan kemampuan motorik, ketidaksadaran, dan hilang ingatan.
4. Golongan IV
Psikotropika yang dipergunakan sebagai pengobatan dan terapi serta digunakan untuk ilmu pengetahuan dan memiliki sindrom ketergantungan ringan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam
- Diazepam

Diazepam merupakan obat yang digunakan untuk penderita gangguan kecemasan, meredakan kejang, melemaskan otot, pengobatan terapi adiksi alkohol, atau obat untuk menenangkan pasien sebelum operasi dimulai. Cara kerja ini akan menimbulkan efek tenang, rileks, dan mengantuk, sehingga bisa digunakan sebagai anti cemas (antiansietas), anti kejang (antikonvulsan), dan pelemas otot (muscle relaxant). Diazepam hanya bisa didapatkan melalui resep dokter karena dapat menimbulkan kecanduan apabila digunakan secara terus-menerus.
- Nitrazepam

Nitrazepam biasa dikenal dengan Dumolid yang umum digunakan sebagai obat penenang untuk insomnia atau kejang. Namun, Dumolid kerap disalahgunakan. Apabila dikonsumsi secara terus menerus lalu tiba-tiba berhenti akan menyebabkan reaksi gejala putus obat seperti orang yang kecanduan narkoba. Maka dari itu, konsumsi obat ini harus di bawah pengawasan tenaga profesional.




Comments